29 Sep 2026 LPMPP Unkhair Post Dibaca 6 kali

Prodi Pendidikan Geografi FKIP Unkhair Jalani Asesmen Lapangan LAMDIK

Prodi Pendidikan Geografi FKIP Unkhair Jalani Asesmen Lapangan LAMDIK

TERNATE, – Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun (Unkhair) menjalani Asesmen Lapangan (AL) dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), Senin (28/9/2026).

Kegiatan asesmen berlangsung di Aula Mini Kampus FKIP Unkhair dan dibuka langsung oleh Rektor Universitas Khairun, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, S.E., M.M. Asesmen ini merupakan bagian dari rangkaian proses akreditasi Program Studi Pendidikan Geografi dalam rangka memastikan dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan.

LAMDIK menghadirkan dua asesor, yakni Prof. Dr. rer. nat. Nandi, S.Pd., M.T., M.Sc. dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Prof. Dr. Wiwik Sri Utami, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor I Unkhair Dr. Drs. Hasan Hamid, M.Si., Wakil Rektor III Hi. Jamal Hi. Arsyad, S.H., M.H., Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Dr. Rusman Rasid, S.Pd., M.Pd., Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Prof. Dr. Sundari, S.Pd., M.Pd., Dekan FKIP Prof. Dr. Abdul Mas’ud, S.Pd., M.Pd., serta jajaran pimpinan dan pengelola Program Studi Pendidikan Geografi.

Dalam sambutannya, Rektor Unkhair Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, S.E., M.M. mengatakan asesmen lapangan merupakan bagian penting dalam proses penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Menurutnya, asesmen memberikan kesempatan bagi Program Studi Pendidikan Geografi untuk memperoleh penilaian objektif sekaligus mendapatkan masukan dari pihak eksternal yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengembangan program studi.

“Proses asesmen ini memberikan kesempatan kepada Program Studi Pendidikan Geografi untuk mendapatkan penilaian yang objektif, sekaligus memperoleh masukan yang dapat digunakan sebagai bahan pengembangan program studi,” ujar Prof. Abdullah.

Ia menegaskan, Program Studi Pendidikan Geografi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di bidang pendidikan dan kegeografian, terutama dalam mendukung kebutuhan pembangunan di wilayah kepulauan Maluku Utara.

Karena itu, Rektor mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam asesmen untuk menjalani setiap tahapan secara terbuka, objektif, profesional, dan transparan dengan menyampaikan data serta informasi sesuai kondisi yang sebenarnya.

“Berikan data dan informasi sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Kita ingin proses ini berjalan secara terbuka, objektif, profesional, dan transparan,” tegasnya.

Prof. Abdullah W. Jabid, S.E., M.M. berharap rekomendasi yang dihasilkan oleh tim asesor tidak berhenti pada proses akreditasi semata. Lebih dari itu, rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi Program Studi Pendidikan Geografi untuk melakukan pengembangan secara berkelanjutan sekaligus mendukung peningkatan mutu Universitas Khairun secara keseluruhan.

Sementara itu, asesor LAMDIK Prof. Dr. rer. nat. Nandi, S.Pd., M.T., M.Sc. mengatakan penjaminan mutu merupakan tanggung jawab bersama, baik pada tingkat program studi maupun universitas.

Ia menjelaskan, asesmen lapangan bukan merupakan proses untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai bagian dari klarifikasi terhadap dokumen akreditasi sekaligus memberikan masukan bagi perbaikan dan pengembangan program studi.

“Ini bukan untuk mencari kesalahan. Kami hadir untuk mengklarifikasi dokumen dan memberikan masukan yang dapat menjadi bahan perbaikan bagi program studi,” jelas Prof. Nandi.

Ia mengajak tim Program Studi Pendidikan Geografi untuk menyiapkan dokumen pendukung dan menyampaikan informasi secara jelas kepada tim asesor selama proses asesmen berlangsung.

Menurutnya, pelaksanaan penjaminan mutu harus dapat dibuktikan melalui dokumen dan eviden yang sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan oleh LAMDIK.

“Pelaksanaan penjaminan mutu harus dapat dibuktikan melalui dokumen yang sesuai dengan indikator LAMDIK. Apa yang dilakukan harus memiliki bukti yang dapat diverifikasi,” katanya.

Prof. Nandi juga memberikan apresiasi kepada tim task force, pimpinan Universitas Khairun, serta jajaran FKIP yang telah melakukan berbagai persiapan menghadapi asesmen lapangan dalam waktu yang relatif terbatas.

Lebih lanjut, asesor LAMDIK lainnya, Prof. Dr. Wiwik Sri Utami, S.Pd., M.Pd., menambahkan bahwa penjaminan mutu eksternal merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi dan program studi.

Menurut Prof. Wiwik, tim asesor akan melakukan klarifikasi dan konfirmasi terhadap kesesuaian antara Laporan Evaluasi Diri (LED) yang telah disampaikan dengan kondisi faktual yang ditemukan selama asesmen lapangan.

“Kami akan mengklarifikasi dan mengonfirmasi kesesuaian antara apa yang disampaikan dalam Laporan Evaluasi Diri dengan kondisi yang kami temukan di lapangan,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya komitmen pimpinan universitas dan fakultas dalam menjaga serta meningkatkan mutu program studi secara berkelanjutan.

Menurutnya, asesmen lapangan tidak hanya menjadi ruang untuk melakukan penilaian, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman dan praktik pengelolaan program studi antara UPI, Unesa, dan Universitas Khairun.

Dengan demikian, proses asesmen diharapkan tidak hanya menghasilkan rekomendasi akreditasi, tetapi juga memperkuat budaya mutu dan mendorong Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Unkhair untuk terus melakukan perbaikan dan pengembangan secara berkelanjutan.

Pelaksanaan Asesmen Lapangan Program Studi Pendidikan Geografi ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Khairun dalam memperkuat sistem penjaminan mutu internal dan eksternal, sekaligus memastikan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang semakin berkualitas, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya masyarakat di wilayah kepulauan Maluku Utara.