11 Sep 2026 LPMPP Unkhair Post Dibaca 15 kali

Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unkhair Jalani Asesmen Lapangan Akreditasi Lamdik

Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unkhair Jalani Asesmen Lapangan Akreditasi Lamdik

TERNATE – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun (Unkhair) menjalani Asesmen Lapangan (AL) Akreditasi dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (Lamdik), Jumat–Sabtu, 11–12 September 2026.

Kegiatan asesmen yang berlangsung di Aula Mini Kampus FKIP Unkhair tersebut dibuka secara langsung oleh Rektor Universitas Khairun, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, S.E., M.M., dan dihadiri jajaran pimpinan universitas, fakultas, pengelola program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta pengguna lulusan.

Asesmen lapangan menghadirkan dua asesor Lamdik, yakni Prof. Dr. Kisyani Laksono, M.Hum. dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Prof. Dr. Sultan, M.Pd. dari Universitas Negeri Makassar (UNM).

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Khairun Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, S.E., M.M. menyampaikan bahwa asesmen lapangan merupakan momentum penting bagi Unkhair, khususnya Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, untuk melakukan evaluasi sekaligus memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan sesuai standar mutu yang ditetapkan.

“Akreditasi bukan sekadar proses administratif untuk memperoleh sebuah peringkat, tetapi merupakan bagian penting dari upaya kita memastikan bahwa proses pendidikan, tata kelola, sumber daya manusia, kurikulum, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta layanan kepada mahasiswa terus mengalami peningkatan kualitas,” ujar Rektor.

Lebih lanjut, Prof. Abdullah mengatakan, Universitas Khairun terus mendorong seluruh program studi untuk membangun budaya mutu secara berkelanjutan. Menurutnya, hasil asesmen harus menjadi bahan refleksi untuk mengetahui kekuatan yang perlu dipertahankan sekaligus berbagai aspek yang masih harus diperbaiki dan dikembangkan.

“Budaya mutu harus menjadi bagian dari kehidupan akademik kita. Karena itu, kami berharap proses asesmen ini dapat berlangsung secara objektif, terbuka dan konstruktif, sehingga rekomendasi yang diberikan para asesor nantinya dapat menjadi pijakan bagi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia untuk berkembang lebih baik,” katanya.

Rektor juga berharap seluruh civitas akademika yang terlibat dapat memberikan data dan informasi secara terbuka kepada tim asesor.

“Saya berharap seluruh unsur yang terlibat dapat memberikan informasi secara jujur, lengkap dan sesuai kondisi yang ada. Jadikan asesmen ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan berbagai capaian sekaligus mendapatkan masukan untuk peningkatan mutu ke depan,” harapnya.

Sementara itu, asesor Lamdik Prof. Dr. Kisyani Laksono, M.Hum. mengatakan bahwa asesmen lapangan merupakan tahapan penting dalam proses akreditasi untuk melakukan konfirmasi dan klarifikasi terhadap berbagai data serta dokumen yang telah disampaikan oleh program studi.

Menurutnya, proses asesmen tidak semata-mata diarahkan untuk mencari kekurangan, tetapi lebih pada melihat kesesuaian antara dokumen, pelaksanaan kegiatan akademik, serta berbagai capaian yang telah dihasilkan oleh program studi.

“Dalam asesmen lapangan, kami ingin melihat secara utuh bagaimana program studi menjalankan proses pendidikan, bagaimana tata kelolanya, bagaimana keterlibatan dosen dan mahasiswa, serta bagaimana lulusan yang dihasilkan memberikan kontribusi kepada masyarakat,” ujar Prof. Kisyani.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keterbukaan seluruh pihak selama proses asesmen. Data dan informasi yang disampaikan, menurutnya, akan menjadi bagian penting dalam memberikan gambaran mengenai kondisi objektif program studi.

“Yang terpenting adalah keterbukaan. Kami berharap seluruh pihak dapat memberikan informasi sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Dengan demikian, asesmen ini dapat memberikan gambaran yang objektif dan rekomendasi yang nantinya bermanfaat bagi pengembangan program studi,” katanya.

Hal senada disampaikan asesor Lamdik Prof. Dr. Sultan, M.Pd. Ia mengatakan, keberhasilan sebuah program studi tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen akreditasi, tetapi juga oleh konsistensi pelaksanaan sistem pendidikan dan budaya mutu yang dibangun secara berkelanjutan.

“Akreditasi pada dasarnya merupakan instrumen untuk memastikan bahwa program studi terus bergerak meningkatkan kualitas. Karena itu, yang kami lihat bukan hanya dokumen, tetapi juga bagaimana dokumen tersebut diimplementasikan dalam penyelenggaraan pendidikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof. Sultan mengatakan bahwa keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari dosen, mahasiswa, alumni hingga pengguna lulusan, menjadi bagian penting dalam melihat relevansi dan keberlanjutan pengembangan program studi.

“Masukan dari mahasiswa, alumni dan pengguna lulusan sangat penting. Dari sana kita dapat melihat sejauh mana proses pembelajaran yang dilaksanakan program studi mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan perkembangan masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap proses asesmen lapangan di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unkhair dapat berlangsung dengan baik dan menghasilkan rekomendasi yang konstruktif bagi peningkatan mutu program studi.

“Semoga asesmen ini dapat memberikan manfaat bagi program studi, fakultas dan universitas, terutama dalam memperkuat budaya mutu dan meningkatkan kualitas lulusan,” tambahnya.

Dekan FKIP Universitas Khairun, Prof. Dr. Abdu Mas'ud, M.Pd., menyampaikan bahwa pihak fakultas memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan asesmen lapangan tersebut. Menurutnya, akreditasi merupakan bagian penting dalam memastikan keberlanjutan dan peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan di lingkungan FKIP Unkhair.

Proses asesmen lapangan selama dua hari tersebut mencakup klarifikasi dan verifikasi berbagai aspek penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, termasuk tata kelola, kurikulum, proses pembelajaran, sumber daya manusia, mahasiswa, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, sarana dan prasarana, serta capaian dan luaran program studi.

Selain melakukan pertemuan dengan pimpinan universitas dan fakultas, tim asesor juga berinteraksi dengan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni dan pengguna lulusan. Keterlibatan para pemangku kepentingan tersebut menjadi bagian penting dalam memperoleh gambaran komprehensif mengenai penyelenggaraan dan capaian Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Kegiatan asesmen lapangan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Khairun Dr. Hasan Hamid, M.Si., Dekan FKIP Unkhair Prof. Dr. Abdu Mas'ud, M.Pd., Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Prof. Dr. Sundari, M.Pd., Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Dr. Rusman Rasyid, S.Pd., M.Pd., para Wakil Dekan, para Ketua dan Sekretaris Jurusan, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni dan pengguna lulusan.

Pelaksanaan asesmen lapangan ini sekaligus menegaskan komitmen Universitas Khairun untuk terus memperkuat sistem penjaminan mutu akademik dan mendorong seluruh program studi meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta relevansi lulusan sesuai tuntutan perkembangan zaman.

Bagi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Unkhair, asesmen tersebut diharapkan tidak berhenti pada pencapaian peringkat akreditasi, tetapi menjadi momentum memperkuat budaya mutu dan menghadirkan proses pendidikan yang semakin berkualitas, relevan, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta dunia kerja.