LPMPP Unkhair Laksanakan Benchmarking dan Penandatangan MOA dengan LPMPP Unhas
MAKASSAR – Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Khairun (Unkhair) melaksanakan kegiatan benchmarking sekaligus penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Universitas Hasanuddin (Unhas), Senin, 2 November 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula LPMPP Universitas Hasanuddin, Makassar.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Universitas Khairun untuk memperkuat sistem penjaminan mutu internal serta meningkatkan kualitas pengembangan pembelajaran melalui pertukaran informasi, pengalaman, dan praktik baik pengelolaan mutu. perguruan tinggi.
Kepala LPMPP Universitas Khairun, Dr. Abdul Kadir Kamaluddin, S.P., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada pimpinan serta jajaran LPMPP Universitas Hasanuddin atas kesiapan dan kesediaannya menerima kunjungan rombongan LPMPP Unkhair dalam kegiatan benchmarking tersebut.
Ia mengatakan, kunjungan ini merupakan kesempatan penting bagi LPMPP Unkhair untuk belajar secara langsung mengenai berbagai kebijakan, strategi, serta praktik pengelolaan penjaminan mutu dan pengembangan pembelajaran yang telah dilaksanakan di Universitas Hasanuddin.
Lebih lanjut, Dr. Abdul Kadir Kamaluddin menjelaskan bahwa penguatan budaya mutu di perguruan tinggi membutuhkan komitmen bersama, tata kelola yang terarah, serta pelaksanaan sistem penjaminan mutu yang konsisten dan berkelanjutan. Karena itu, pengalaman dan praktik baik dari perguruan tinggi lain menjadi referensi penting dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME), Audit Mutu Internal (AMI), serta pengembangan kualitas pembelajaran.
Menurutnya, kerja sama melalui penandatanganan MoA ini tidak hanya menjadi bentuk komitmen formal antarlembaga, tetapi juga diharapkan menjadi pintu masuk bagi pelaksanaan berbagai program kolaboratif, seperti peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan auditor mutu internal, pengembangan instrumen evaluasi mutu, pendampingan akreditasi program studi, serta inovasi pembelajaran berbasis capaian pembelajaran lulusan atau Outcome-Based Education (OBE).
Dr. Abdul Kadir Kamaluddin berharap, melalui kegiatan benchmarking dan kerja sama ini, LPMPP Unkhair dapat memperoleh berbagai masukan konstruktif yang selanjutnya diadaptasi sesuai kebutuhan dan karakteristik Universitas Khairun. Dengan demikian, sistem penjaminan mutu di lingkungan Unkhair semakin kuat, terukur, dan mampu mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua LPMPP Universitas Hasanuddin, Prof. Rini Rachmawaty, S.Kep., Ns., MN., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada pimpinan dan rombongan LPMPP Universitas Khairun di Universitas Hasanuddin. Ia menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi, mempererat hubungan kelembagaan, serta memperkuat kolaborasi ant perguruan tinggi dalam bidang penjaminan mutu dan pengembangan pendidikan.
Lebih lanjut, Prof. Rini Rachmawaty menyatakan bahwa kegiatan benchmarking merupakan ruang strategis untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik baik dalam mengembangkan sistem penjaminan mutu perguruan tinggi. Menurutnya, penjaminan mutu tidak semata-mata berkaitan dengan pemenuhan dokumen dan standar administrasi, tetapi harus menjadi budaya kerja yang melekat dalam seluruh proses penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara lembaga penjaminan mutu dengan seluruh unit kerja di perguruan tinggi agar pelaksanaan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) dapat berjalan secara efektif dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi.
Bahkan, Prof. Rini Rachmawaty berharap kerja sama antara LPMPP Universitas Hasanuddin dan LPMPP Universitas Khairun dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan konkret dan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan MoA, tetapi dapat diwujudkan dalam program pendampingan, pertukaran narasumber dan auditor, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta pengembangan inovasi penjaminan mutu dan pembelajaran.
Melalui kegiatan *benchmarking* dan penandatanganan MoA ini, LPMPP Universitas Khairun dan LPMPP Universitas Hasanuddin diharapkan dapat membangun sinergi kelembagaan yang semakin kuat dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi. Kerja sama ini sekaligus menjadi langkah strategis Universitas Khairun dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang berkualitas, akuntabel, adaptif, dan berdaya saing.