LPMPP Unkhair Gelar Penyamaan Persepsi Auditor AMI, Perkuat Budaya Mutu Perguruan Tinggi
LPMPP Unkhair Gelar Penyamaan Persepsi Auditor AMI, Perkuat Budaya Mutu Perguruan Tinggi
TERNATE — Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Khairun (Unkhair) melaksanakan kegiatan Penyamaan Persepsi dalam rangka Pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI), Selasa (15/9/2026), bertempat di Ruang Senat Kampus Unkhair Gambesi.
Kegiatan tersebut dihadiri para Auditor AMI di lingkungan Universitas Khairun sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman, keseragaman prosedur, serta konsistensi pelaksanaan audit mutu internal di seluruh unit dan program studi di lingkungan Unkhair.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris LPMPP Universitas Khairun, Dr. Rusman Rasyid, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, Dr. Rusman Rasyid, S.Pd., M.Pd. menegaskan bahwa penyamaan persepsi menjadi tahapan penting sebelum pelaksanaan AMI, sehingga seluruh auditor memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan, mekanisme, instrumen, indikator, serta tata cara pelaksanaan audit.
“AMI bukan sekadar kegiatan untuk menemukan kekurangan atau kesalahan, tetapi merupakan instrumen penting untuk memastikan bahwa seluruh proses akademik dan tata kelola di Universitas Khairun berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujar Rusman.
Menurutnya, auditor memiliki posisi strategis dalam membangun budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi. Karena itu, pelaksanaan AMI harus dilakukan secara objektif, independen, profesional, dan berbasis bukti.
“Seorang auditor harus mampu menempatkan diri sebagai mitra dalam peningkatan mutu. Temuan audit harus dipandang sebagai informasi penting untuk melakukan perbaikan berkelanjutan, bukan sebagai bentuk untuk mencari kesalahan unit yang diaudit,” katanya.
Lebih lanjut, Dr. Rusman Rasyid, S.Pd., M.Pd. mengatakan bahwa kesamaan pemahaman antar auditor diperlukan agar proses AMI dapat menghasilkan temuan dan rekomendasi yang konsisten. Hal tersebut penting untuk memastikan bahwa hasil audit dapat menjadi dasar bagi pimpinan universitas, fakultas, program studi maupun unit kerja dalam menyusun langkah tindak lanjut perbaikan.
“Yang kita bangun bukan hanya kemampuan teknis auditor, tetapi juga kesamaan cara pandang. Dengan persepsi yang sama, kita berharap hasil AMI menjadi lebih objektif, terukur, terdokumentasi, dan dapat ditindaklanjuti secara nyata,” lanjutnya.
Dr. Rusman Rasyid, S.Pd, M.Pd. menambahkan, AMI merupakan bagian integral dari implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), khususnya dalam memastikan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) berjalan secara konsisten.
Karena itu, hasil AMI tidak berhenti pada penyusunan laporan audit, tetapi harus dilanjutkan dengan tindak lanjut terhadap temuan, pengendalian atas ketidaksesuaian, serta peningkatan standar mutu secara berkelanjutan.
“Ukuran keberhasilan AMI bukan hanya berapa banyak temuan yang kita dapatkan, tetapi sejauh mana temuan tersebut mampu mendorong perbaikan dan peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan di Universitas Khairun,” tegas Rusman.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Rusman Rasyid, S.Pd, M.Pd. juga menyampaikan bahwa mulai tahun 2026 LPMPP Universitas Khairun melakukan penyempurnaan Sistem Audit Mutu Internal (SIAMI) sebagai sistem yang mendukung pelaksanaan AMI secara lebih terintegrasi, sistematis, terdokumentasi, transparan, dan berbasis data.
Penyempurnaan SIAMI diarahkan untuk memperkuat proses audit mulai dari perencanaan, pelaksanaan audit, pengumpulan dan verifikasi bukti, pencatatan temuan, penyusunan rekomendasi, hingga pemantauan tindak lanjut hasil audit.
Dengan sistem tersebut, pelaksanaan AMI diharapkan tidak lagi dipandang sebagai kegiatan administratif dan periodik semata, melainkan menjadi bagian dari ekosistem peningkatan mutu yang terus berjalan di lingkungan Universitas Khairun.
“Mulai tahun 2026 ini kita menyempurnakan SIAMI agar pelaksanaan AMI semakin terintegrasi dengan sistem penjaminan mutu internal Unkhair. Kita ingin membangun sistem audit yang mampu memberikan gambaran objektif mengenai capaian mutu sekaligus memberikan dasar yang kuat bagi proses perbaikan dan peningkatan mutu,” jelasnya.
Dr. Rusman Rasyid, S.Pd., M.Pd. juga berharap seluruh auditor AMI dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi integritas, serta terus meningkatkan kompetensi dan pemahaman terhadap sistem penjaminan mutu.
“Saya berharap para auditor dapat melaksanakan tugas dengan integritas dan profesionalisme. Mari kita jadikan AMI sebagai bagian dari budaya mutu Unkhair, sehingga setiap temuan menjadi dasar untuk melakukan perbaikan dan setiap perbaikan menjadi langkah menuju peningkatan mutu yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Kegiatan penyamaan persepsi tersebut menjadi salah satu langkah strategis LPMPP Universitas Khairun dalam memastikan pelaksanaan AMI tahun 2026 berlangsung secara seragam dan berkualitas, sekaligus memperkuat komitmen Unkhair dalam membangun sistem penjaminan mutu yang efektif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.